Memenuhi Kebutuhan Gizi Si Batita Bagian 2

originals.id – Sebaiknya telur jangan terlalu sering diolah dengan menggoreng hingga bagian putihnya kecokelatan dan renyah. Pasalnya, bisa merusak banyak protein dan vitamin B. Konsumsilah telur 3—5 butir per minggu untuk nutrisi bagi perkembangan tubuh dan kecerdasan si kecil. Tak lupa, tempe, tahu dan kacang-kacangan juga merupakan sumber penambah protein. Protein merupakan zat gizi makro sumber energi (4 kkal per gram). Protein tak dapat berfungi baik dalam tubuh tanpa kecukupan sumber energi lain yaitu karbohidrat dan lemak serta zat-zat gizi mikro yaitu vitamin dan mineral.

PERHATIKAN PORSI

Buatlah daftar menu makanan dari bahan-bahan sederhana, sehingga mudah didapat dan bisa disajikan secara fresh. Porsinya tidak kurang juga tidak berlebihan. Sesuaikan tekstur dan bentuk masakannya, yaitu yang bisa dikunyah oleh si 1-3 tahun.

  • Lemak Lemak terbagi menjadi lemak “baik” dan lemak “jahat’” Lemak “baik” terdiri atas asam lemak tak jenuh, umumnya mengandung kolestrol baik (HDL). Sedangkan, lemak “jahat” terdiri atas asam lemak jenuh yang umumnya mengandung kolestrol jahat (LDL). Sumber lemak “baik” terdapat pada minyak goreng terbuat dari bijibijian seperti jagung, kacang tanah, kedelai, zaitun dan biji bunga matahari.

Sedangkan, lemak “jahat” terdapat pada gajih (lemak daging), jeroan, otak, mentega, margarine, santan. Lemak merupakan zat gizi makro sumber energi juga. Lemak pun berfungsi sebagai pelarut vitamin A, D, E, K dan pelindung berbagi organ tubuh. Mama sebaiknya membiasakan batita mengonsumsi lemak “baik” sejak dini agar menjadi kebiasaan yang baik. Mengonsumsi lemak “baik” akan menghindari si kecil dari penyakit degeneratif di kemudian hari.

  • Vitamin dan Mineral Vitamin dan mineral adalah zat gizi mikro yang berfungsi memperlancar proses pembuatan energi. Vitamin dan mineral terutama banyak terdapat dalam sayur dan buah. Brokoli, buncis dan wortel merupakan sayuran populer dan digemari batita. Olah sayur dengan sederhana, seperti tim atau sup.

Jika gigi si kecil sudah lengkap, sayuran bisa diolah dengan ditumis. Kenalkan sayursayuran seperti labu siam, kacang panjang, sawi hijau atau sawi putih pada si kecil. Konsumsi sayuran 3—5 kali per minggu dengan porsi kira-kira kurang lebih sebesar bola pingpong . Buah-buahan dapat diberikan pada batita sebagai makanan selingan sehat, dalam bentuk jus atau olahan lain.

Memenuhi Kebutuhan Gizi Si Batita

generasimaju.com – Usia 1—3 tahun yang termasuk dalam periode golden years merupakan masa pesat pertumbuhan, pembentukan, dan penyempurnaan fsik. Di antaranya, yaitu fungsi otak. Agar proses penting itu berjalan dengan sebaikbaiknya, ada dua yang dibutuhkan anak, yaitu nutrisi dan stimulasi. Tanggaplah terhadap kebutuhan anak. Berikan respons yang pas: tidak abai, tapi juga tidak berlebihan. Stimulasi pada seluruh kemampuan indra sama pentingnya dengan komunikasi yang hangat. Selain itu, cukupi kebutuhan nutrisinya. Kecukupan nutrisi ini bisa dilihat dari grafk pertambahan berat badan dan tinggi badan anak.

MENU SEIMBANG

Sama seperti tahapan usia sebelumnya, gizi yang dibutuhkan di usia batita, mencakup karbohidrat, protein, vitamin dan mineral. Berikut uraian selengkapnya:

  • Karbohidrat / Kalori (sumber energi) Karbohidrat bisa didapat dari nasi (dan hasil olahan beras seperti bihun atau kwetiaw), dari jagung, dari umbi-umbian (kentang, singkong, ubi jalar) serta sesekali dari bahan makanan berbasis gandum (mi, roti, dan aneka pasta contohnya spageti. Karbohidrat adalah zat gizi makro sumber energi utama bagi tubuh.
  • Protein Protein bisa didapat dari ikan, ayam dan sapi. Ikan adalah pilihan terbaik lauk hewani bagi batita karena teksturnya yang lembut. Ikan merupakan sumber protein baik karena mengandung lemak sehat omega-3. Pengolahannya lebih baik dengan cara direbus, ditim atau dikukus. Disarankan pula untuk memilih ikan kakap merah, ikan bawal, ikan ekor kuning, ikan tenggiri, ikan tuna, ikan gindara dan ikan salmon yang banyak mengandung lemak sehat. Daging ayam juga merupakan sumber protein baik bagi si kecil.

Biasakan membuang kulit ayam dalam pengolahannya. Pilih bagian yang kurang berlemak. Pilihan lain adalah daging sapi, karena kaya zat besi dan mineral. Tetapi daging sapi sebaiknya dikonsumsi anak batita yang sudah memiliki gigi lengkap dan terampil makan. Jika belum, pilihlah menu olahan daging giling. Variasikan sumber protein ini secara bergiliran, misalnya daging giling ayam, lalu minggu depan daging sapi giling, begitu seterusnya.

Mama disarankan lebih banyak menyajikan menu ikan, agar ke depannya anak memiliki pilihan yang lebih sehat (ikan adalah sumber lemak dan protein hewani yang disarankan bagi semua tahapan usia, dari balita sampai manula). Telur adalah sumber protein yang juga disukai anak batita. Kelebihan telur memiliki biovabilitas (kemampuan untuk dicerna dan zat gizinya diserap tubuh) sangat tinggi, mendekati 100%.

Tips Seputar Bayi Terbaru

Pilih-Pilih Jeruk Bayi

sat-jakarta.com – Usia si kecil sudah lebih dari 6 bulan? Inilah saatnya memperkenalkan dengan makanan pendamping ASI dengan bahan jeruk. Untuk perkenalan pertama, pilihlah jeruk bayi yang di pasaran dikenal dengan nama “jeruk baby”. Jeruk yang rasanya manis ringan ini dikonsumsi dengan cara diperas. Cirinya, berkulit hijau dengan sedikit semburat kuning. Pilihan lainnya adalah jeruk pontianak dengan cita rasa yang hampir sama. Jeruk merupakan sumber vitamin C, selain juga antioksidan yang mampu menetralisir radikal bebas.

Bagaimana memilih jeruk yang segar? Pilihlah yang kulitnya kencang, berwarna cerah, dan memiliki aroma yang enak. Hindari buah jeruk dengan bintik-bintik. Buah jeruk dapat disimpan, tetapi cucilah terlebih dahulu dengan air mengalir. Jeruk dapat disimpan dalam suhu kamar dan mampu bertahan selama seminggu. Agar segar lebih lama, simpanlah di lemari es, baik secara utuh ataupun dikupas lebih dulu. Masukkan jeruk yang sudah dikupas ke dalam wadah kedap udara lalu simpan di dalam lemari es untuk mempertahankan kesegarannya.

Bertahan Hidup dengan Refleks

Setiap bayi lahir dengan membawa sejumlah re­fleks, yakni gerak yang tak terkontrol atau involuntary. Fungsinya sebagai bentuk pertahanan diri bayi di awal-awal kehidupannya ketika sistem saraf pusat dan otaknya belum berkembang optimal untuk menuju kehidupan lebih mandiri . Nah, salah satu re­fleks yang diandalkan untuk bertahan hidup adalah refleks rooting (mencari puting susu) dan refleks sucking (mengisap).

Kedua re­fleks yang tergolong re­fleks primitif ini berfungsi untuk memulai kegiatan pemenuhan kebutuhan makanan, yaitu dengan mengisap ASI. Itulah mengapa, bayi sudah mampu mengisap puting susu mamanya sesaat setelah dilahirkan. Mulut akan langsung membuka dan melakukan gerakan seperti mengisap (mengenyot). Re­fleks ini muncul pada saat lahir dan akan menghilang di usia 3—4 bulan digantikan oleh gerakan sadar.

Manfaat Fingerfood

Fingerfood tidak hanya berfungsi sebagai makanan selingan tapi juga bermanfaat untuk: 1. Menstimulasi perkembangan motorik bayi. Ketika bayi memegang ­ ngerfood dengan jari jemarinya, kemudian dilanjutkan dengan menyorongkannya ke mulut, maka kegiatan tersebut sudah tergolong rangsangan untuk perkembangan motorik bayi.

Aktivitas ini juga mengembangkan keterampilan menjumput dan memegang pada bayi. 2. Merangsang pertumbuhan gigi, sekaligus mengurangi rasa gatal yang timbul karena ­ ngerfood memiliki tekstur. 3. Eksplorasi terhadap cita rasa. Fingerfood juga dapat dijadikan sebagai media untuk mengenalkan beragam rasa makanan pada bayi. Harapannya, kelak si kecil dapat menyukai beragam makanan dengan beraneka rasa.