Sinopsis Kembalinya Anak Iblis, Perjalanan di Sebuah Pulau Misterius

Film horror Indonesia kembali lagi dengan judul ‘Kembalinya Anak Iblis’. Perfilman horror Indonesia kini sudah semakin bagus dalam segi cerita dan pengambian gambar. Kemajuan ini pun sudah banyak diakui oleh masyarakat, sehingga minat masyarakat untuk menonton film dalam negeri pun meningkat. Film ‘Kembalinya Anak Iblis’ ini akan dirilis pada tanggal 5 September 2019 di seluruh bioskop di Indonesia.

Film ini dinaungi oleh RA Pictures dan merupakan film lanjutan dari 13 Haunted, pengenalah pemain film ini pun bisa kita lihat di chanel youtube Rans Entertainment dengan konten yang horror- horror juga. Film ini disutradarai oleh Rudi Soedjarwo dan diperankan oleh aktor dan aktris ternama seperti Al Ghazali, Valeri Thomas, Mikha Tambayong Endy Arfian, Marsha Aruan, Achmad Megantara, hingga youtuber paling hits Atta Halilintar.

Film ini bercerita tentang perjalanan sekelompok anak muda yang diteror oleh hal tak kasat mata yang mendiami sebuah resort di Pulau Ayunan, dan merupakan kelanjutan dari film sebelumnya. Dari cerita sebelumnya, cerita kali ini dijelaskan bahwa Rama, Garin, dan Farel memutuskan kembali ke pulau Ayunan tempat yang membawa banyak petaka bagi mereka.

Mereka kesana dengan tujuan ingin mengembalikan arwah penasaran yang meneror mereka kembali ke alamnya dengan panduan sebuah kitab kuno. Selain itu, mereka juga ingin menemukan jasad kedua temannya yang bernama Hana dan Fira. Perjalanan itu menjadi tidak mudah, karena gangguan yang terus menerus dari arwah penasaran yang menjadi penunggu Pulau Ayunan tersebut.

Pulau Ayunan memiliki sejarah dan kisah kelam di masa lampau. Terdapat kisah masa lalu yaitu pembantaian satu keluarga dan seluruh karyawan yang bekerja di resort tersebut. Setelah banyak kejadian yang mereka alami, kekasih Rama masuk rumah sakit jiwa, yang membuat Rama sangat kalut. Adiknya Hana hingga kini belum ditemukan jenasahnya, sehingga membuat dirinya ingin kembali ke pulau Ayunan dan mencarinya.

Buku panduan kitab kuno yang menuntunnya disebut ’13 cara menutup Gapuro Tentrem’ untuk mengembalikan semua arwah penasaran ke alamnya hingga tidak ada korban nyawa lagi yang jatuh. Mereka ingin menemukan jenazah Hana dan Fira sekaligus ingin menyelesaikan terror dan petaka yang selama ini dirasakan dan terus mengejar mereka untuk selamanya.

Raffi Ahmad selaku produser mengatakan bahwa pembuatan film ini melalui banyak hal yang cukup sulit diawalnya, mulai dari meminta Rudi Soedjarwo untuk menjadi produser utama, yang awalnya dia tidak mau karena akan hiatus dari dunia perfilman. Namun setelah berdiskusi panjang lebar, akhirnya di mau menyutradarai dua film ini hingga rampung dengan baik. Selain itu pencarian pemain juga tidak kalah sulitnya.

Namun pada akhirnya telah terpilih para talenta muda yang berbakat dan mampu membawa film ini dengan sangat bagus. Rudi Soedjarwo pun mengatakan dirinya sangat senang bisa bekerja sama dengan orang- orang muda berbakat ini dan banyak mendapatkan pengalaman dari mereka. Dia juga menikmati proses pembuatan film yang menyenangkan dan berharap masyarakat bisa antusia dengan rilisnya film ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published.