Tips Seputar Bayi Terbaru

Pilih-Pilih Jeruk Bayi

sat-jakarta.com – Usia si kecil sudah lebih dari 6 bulan? Inilah saatnya memperkenalkan dengan makanan pendamping ASI dengan bahan jeruk. Untuk perkenalan pertama, pilihlah jeruk bayi yang di pasaran dikenal dengan nama “jeruk baby”. Jeruk yang rasanya manis ringan ini dikonsumsi dengan cara diperas. Cirinya, berkulit hijau dengan sedikit semburat kuning. Pilihan lainnya adalah jeruk pontianak dengan cita rasa yang hampir sama. Jeruk merupakan sumber vitamin C, selain juga antioksidan yang mampu menetralisir radikal bebas.

Bagaimana memilih jeruk yang segar? Pilihlah yang kulitnya kencang, berwarna cerah, dan memiliki aroma yang enak. Hindari buah jeruk dengan bintik-bintik. Buah jeruk dapat disimpan, tetapi cucilah terlebih dahulu dengan air mengalir. Jeruk dapat disimpan dalam suhu kamar dan mampu bertahan selama seminggu. Agar segar lebih lama, simpanlah di lemari es, baik secara utuh ataupun dikupas lebih dulu. Masukkan jeruk yang sudah dikupas ke dalam wadah kedap udara lalu simpan di dalam lemari es untuk mempertahankan kesegarannya.

Bertahan Hidup dengan Refleks

Setiap bayi lahir dengan membawa sejumlah re­fleks, yakni gerak yang tak terkontrol atau involuntary. Fungsinya sebagai bentuk pertahanan diri bayi di awal-awal kehidupannya ketika sistem saraf pusat dan otaknya belum berkembang optimal untuk menuju kehidupan lebih mandiri . Nah, salah satu re­fleks yang diandalkan untuk bertahan hidup adalah refleks rooting (mencari puting susu) dan refleks sucking (mengisap).

Kedua re­fleks yang tergolong re­fleks primitif ini berfungsi untuk memulai kegiatan pemenuhan kebutuhan makanan, yaitu dengan mengisap ASI. Itulah mengapa, bayi sudah mampu mengisap puting susu mamanya sesaat setelah dilahirkan. Mulut akan langsung membuka dan melakukan gerakan seperti mengisap (mengenyot). Re­fleks ini muncul pada saat lahir dan akan menghilang di usia 3—4 bulan digantikan oleh gerakan sadar.

Manfaat Fingerfood

Fingerfood tidak hanya berfungsi sebagai makanan selingan tapi juga bermanfaat untuk: 1. Menstimulasi perkembangan motorik bayi. Ketika bayi memegang ­ ngerfood dengan jari jemarinya, kemudian dilanjutkan dengan menyorongkannya ke mulut, maka kegiatan tersebut sudah tergolong rangsangan untuk perkembangan motorik bayi.

Aktivitas ini juga mengembangkan keterampilan menjumput dan memegang pada bayi. 2. Merangsang pertumbuhan gigi, sekaligus mengurangi rasa gatal yang timbul karena ­ ngerfood memiliki tekstur. 3. Eksplorasi terhadap cita rasa. Fingerfood juga dapat dijadikan sebagai media untuk mengenalkan beragam rasa makanan pada bayi. Harapannya, kelak si kecil dapat menyukai beragam makanan dengan beraneka rasa.

Leave a Reply

Your email address will not be published.