Syarat Nikah Sesuai dengan Syariat Islam dan KUA

Syarat Nikah – Ketika usia sudah beranjak dewasa, terlebih memiliki seseorang yang dekat, maka tuntutan untuk menikah akan datang. Selain tuntutan dari orang sekitar, tak jarang ada pasangan yang ingin melakukan pernikahan agar hubungan menjadi sah. Untuk melakukan pernikahan tersebut maka yang harus diketahui adalah berbagai rukun nikah dan syarat nikah. Jika sudah mengetahui hal tersebut, pernikahan bisa dilakukan dengan lancar tanpa kesalahan. Dalam artikel ini akan di bahas tentang syarat nikah.

Syarat Nikah dalam Islam

syarat nikah

Menikah yang merupakan tahap baru dari sebuah kehidupan akan dilalui dengan berbagai kisah. Namun sebelum melakukan pernikahan, ketahui terlebih dulu berbagai syarat nikah, antara lain:

  1. Persetujuan Wali dari Pihak Perempuan

Syarat yang pertama ini sesuai dengan Nabi Muhammad yang bersabda, “Tidak ada pernikahan, kecuali dengan adanya wali.” (HR. Ahmad dan Al Hakim). Wali yang dimaksudkan bisa ayah, kakek, saudara laki-laki atau paman dari pihak perempuan yang akan melangsungkan pernikahan. Jika tidak memiliki wali seperti yang sudah disebutkan, pihak perempuan bisa menunjuk seorang hakim sebagai wali atau biasa disebut wali hakim.

  1. Ijab Kabul atau Kesepakatan Kedua Mempelai

Ijab kabul kedua mempelai antara satu sama lain menjadi salah satu syarat sah nikah. Ijab kabul sendiri biasa dilafadzkan antara wali mempelai perempuan dengan mempelai laki-laki.

  1. Saksi

Syarat nikah yang selanjutnya adalah adanya dua orang saksi. Hadirnya saksi adalah sebuah keharusan karena hal tersebut sesuai dengan yang disabdakan oleh Rasulullah SAW, “Tidak ada pernikahan, kecuali dengan adanya wali dan dua orang saksi yang adil.” (HR. Al Bukhari)

  1. Mahar

Mahar menjadi hal penting dalam syarat nikah karena Islam mewajibkan seorang laki-laki untuk membayar mahar kepada istrinya sesuai dengan kemampuan atau sesuai dengan tradisi yang berlaku. Dalam Islam, mahar yang belum dibayar adalah hutang yang pembayarannya harus diutamakan jika dibandingkan dengan hutang yang lainnya. Jika suami mampu, maka mahar harus dibayar sekaligus. Tapi suami boleh menunda pembayaran mahar, baik itu sebagian atau seluruhnya jika istri setuju. Jika hal tersebut dilakukan, sebaiknya suami tidak mencampuri istri sebelum mahar dilunasi.

Itulah sedikit ulasan tentang syarat nikah. Semoga bermanfaat.

Weating

Leave a Reply

Your email address will not be published.