Strategi Pemasaran Memanfaatkan Emosi Pembeli

Menyusun rencana dan strategi pemasaran dapat terjadi dalam bentuk apa saja dipikiran orang-orang marketing. Percaya atau tidak seorang pemasar atau salesman yang mengklaim mereka memiliki beberapa strategi pemasaran yang jitu.
Harap diketahui bahwa saya tidak bermaksud mengklaim sebagai ahli dalam pemasaran, tetapi saya hanya berbagi pelajaran yang saya pelajari dari membaca banyak buku iklan dan menjalankan toko kecil saya. Tanpa basa-basi, mari kita ngobrol singkat tentang psikologi penjualan.

Strategi Pemasaran

Pada tingkat yang paling dasar, penting untuk memahami bahwa kebanyakan orang membeli untuk satu dari dua alasan – mereka membeli untuk kebutuhan atau untuk kesenangan / hoby. Manusia adalah makhluk emosional yang membuat keputusan pembelian yang bermuatan emosional, terutama ketika produk atau layanan yang mereka beli termasuk dalam kategori kesenangan.

Ketika menjual produk yang menyenangkan bagi pelanggan Anda, pastikan untuk mempertimbangkan memicu emosi mereka. Buat mereka penasaran dan merasakan sesuatu. Gunakan cara taktik untuk memicu emosi pelanggan Anda melalui email, halaman penjualan atau apa pun yang melibatkan kata-kata tertulis, menawarkan dengan kata-kata spesifik yang membangkitkan emosi. seperti kata-kata dengan tulisan tulisan gadai bpkb mobil proses cepat cair.

Ketika orang melakukan pembelian untuk kesenangan biasanya mereka akan membuat keputusan pembelian mereka berdasarkan emosi.
Di sinilah konsep logika masuk ke dalam strategi. Secara umum, ketika orang membuat keputusan pembelian yang emosional, mereka akan membenarkan pembelian mereka dengan logika.

Jadi, apa artinya ini bagi Anda sebagai seorang pemasar? Meskipun Anda harus memasarkan produk Anda ke pelanggan Anda dengan membangkitkan emosi mereka, Anda harus memberi mereka fakta dan studi sehingga mereka dapat membantu kita dengan memberi tahu kepada teman dan keluarga mereka.

Baik sebagai pemasar maupun pelanggan, saya berpendapat bahwa tekanan teman atau saudara adalah yang paling kuat dalam hal pembelian, yang membawa kita ke titik berikutnya dalam hal penjualan, orang membeli karena orang lain membeli.
Anda tentunya pernah melihat seseorang mamakai sepatu yang keren salah satu teman mereka tertarik dan ingin membeli sepatu yang sama (dengan warna yang berbeda), dan tentunya teman mereka akan bertanya sebelum membeli, tanpa sadar pemakai sepatu akan merekomendasikan / memasarkan yang mereka pakai.

Dalam psikologi sosial ada konsep yang disebut “mentalitas kawanan” yang pada dasarnya berarti bahwa manusia dapat dipengaruhi oleh rekan-rekan mereka untuk mengadopsi perilaku emosional tertentu (kadang-kadang perilaku yang sangat tidak rasional). Sementara mentalitas kawanan bisa berbahaya dan sudah pasti menjadi penyebab banyak tindakan kekerasan yang telah terjadi di seluruh dunia, itu juga dapat digunakan untuk kebaikan.

Weating

Leave a Reply

Your email address will not be published.