Tips Memilih dan Menggunakan Bahan Semen Berkualitas

Jika berbicara bahan bangunan, nama semen menjadi salah satu bahan bngunan yang sangat vital. Tanpa semen tidak akan ada bangunana tembok berdiri tegak, tidak akan ada gedung-gedung pencakar langit. Berkat semenlah batu bata dapat menempel dan dapat disususn menjadi sebuah banguan.

Jika orang-orang yang berkecimpung di dunia kontruksi mungkin sudah hafal dengan bahan material semen yang berkualitas. Tapi beda halnya jika orang yang paham. Meski tdak berkeimpung di dunia bangunana dan kontruksi, alangkah baiknya nih mengenali material bahan semen yang berkualiatas, sebelum Anda membanguan rumah, gedung atau bangunana lainnya.

Yuk simak tips berikut ini:

  1. Tidak Menggumpal

Semen yang baik secara fisik atau kasat mata, ternyata tidak menggumpal. Namun semen yang telah lama disimpan bisa membentuk gumpalan yang akan hancur jika diremas dan lama-kelamaan mengeras atau menjadi grit.

Jika melihat fisik semen yang menggumpal, ayak lah semen agar terpisah dengan bagian yang menggumpal, bagian yang tidak menggumpal dapat digunakan dalam campuran, sedangkan yang menggumpal jangan dipakai karena sudah bereaksi dengan uap air atau kelembaban dan hanya akan menjadi bagian yang lemah pada plesteran, beton dan acian. Salah satu semen berkualitas yang tidak menggumpul misalnya adalah semen SCG, harga jual semen SCG pun cukup bersahabat.

  1. Waktu Mengeras

Terdapat dua waktu yang diukur dalam campuran material bahan bangunan semen, yaitu waktu ikat awal (setting time) dan waktu ikat akhir (final setting). Waktu ikat awal adalah waktu yang dibutuhkan sejak semen bercampur dengan air dari kondisi plastis menjadi tidak plastis, dimana waktu yang dibutuhkan selama proses ini kurang lebih 45 menit. Waktu ikat akhir adalah waktu yang dibutuhkan sejak semen bercampur dengan air dari kondisi plastis menjadi keras.

Ukuran standar adukan semen untuk menjadi kering antara enam sampai tujuh jam. Anggapan bahwa semakin cepat waktu pengerasan campuran semen, semakin kuat mutu yang dihasilkan, bisa dikatakan tidak tepat.

Faktanya, semakin cepat semen mengeras berarti semakin cepat laju reaksi hidrasinya. Reaksi hidrasi menghasilkan panas, sehingga suhu menjadi tinggi. Suhu yang tinggi akan menimbulkan retak pada beton/plesteran/acian sehingga kualitas dan kekuatan menurun.

  1. Adukan lebih rapat dan rekat

Material bahan bangunan semen yang kaya akan mineral dan logam dapat membantu menghasilkan campuran yang padat. Unsur yang berperan dalam menentukan sifat lekat adalah C3S.

Daya lekat yang baik antara pasta semen dengan agregat menghasilkan campuran bahan bangunan yang padat dan terbaik. Campuran yang padat menghasilkan bahan bangunan beton, plester, dan acian yang berkualitas.

  1. Kemasan Tertutup Sempurna

Kualitas pekerat bahan bangunan semen akan terjaga jika kemasannya juga terjaga, itu artinya harus tertutup rapat, tidak basah, dan tidak terdapat bekas tambalan. Sebelum membeli, cek kertas pembungkus semen masih tersegel rapat atau tidak.

  1. Berlogo Standar Nasional Indonesia (SNI)

Hal ini mungkin sepele, memperhatikan berstandar nasional sangat mempengaruhi kualitas semen loh. Maka sebelum memilih pekerat bahan bangunan semen, pastikan terlebih dahulu sertifikat yang telah diraih oleh merek tersebut. Bisa berupa logoo SNI atau yang telah bersertifikasi internasional. Seperti halnya semen merk yang di jual semen SCG, yang sudah memiliki logo SNI.

  1. Baik dalam Penyimpanannya

Cara menyimpan semen juga ada tekhniknya loh, nah cara yang baik diantaranya adalah jumlah tumpukan tidak melebihi dua meter dan terlindung dari kelembaban yang tinggi. Sebaiknya tidak bersentuhan langsung dengan lantai dan dinding dengan memberikan bantalan palet atau kayu untuk pembatas. Selain itu, semen yang baik ditumpuk secara berdekatan untuk mengurangi sirkulasi udara.

 

Weating

Leave a Reply

Your email address will not be published.